Rabu, 19 Maret 2014


SBY: Seluruh Anak Indonesia Berhak Dapat Pendidikan

  • Telah Dibaca 437 kali
  •  
  • Comments 0
  • Kamis, 27 Februari 2014 13:20


Ilyas Istianur Praditya




Liputan6.com, Jakarta Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menekankan sektor pendidikan merupakan hal penting yang harus didapatkan oleh seluruh warga negara Indonesia.

Meski saat ini masih terdapat beberapa warga yang mengaku kesulitan ekonomi, namun hal itu dikatakan SBY bukan menjadi alasan dalam peningkatan pendidikan bangsa.

"Tidak boleh ada anak di negeri yang karena memiliki kesulitan ekonomi, lantas tidak bisa bersekolah, mereka memiliki hak dan peluang sama, mereka juga memiliki cita-cita yang indah," kata SBY dalam acara Silaturahmi Nasional Nasional Bidikmisi 2014 di Menara Bidakara, Jakarta (27/2/2014).

Presiden menambahkan apa yang diungkapkannya adalah merupakan bagian dari road mappembangunan Indonesia yang memiliki ruang lingkup yang menyeluruh.

"Semua harus terangkat kalau ada hasil pembangunan semua harus merasakan hasil pembangunan itu, pendidikan pun juga untuk semua," kata SBY.

Alasan itulah pemerintah selama ini menyediakan beberapa program pendidikan baik dari dana BOS dan beberapa program beasiswa.

Untuk terus meningkatkan kemajuan pendidikan tersebut, SBY mengimbau kepada Menteri Pendidikan untuk terus berkoordinasi dengan kementerian terkait.

"Saya instruksikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan menteri terkait anggaran program diperbanyak dan diperluas program Bidikmisi (beasiswa) ini," ujar SBY. (Yas/Ahm)
(Agustina Melani)

Rabu, 12 Maret 2014

PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA SEJAK DINI
Tak dapat disangkal, bahwa semua itu karena minimnya pendidikan agama sedari dini, sejak manusia dalam kandungan. Sejak kecil harusnya seorang anak tidak dibiarkan berkeliaran di luar kontrol orang tuanya. Orang tua terkadang sibuk mencari nafkah, dengan dalih demi kelangsungan hidup keluarga. Mereka lupa, hakekatnya pendidikan akhlak dan kasih sayang kepada anak adalah lebih penting dari sekedar menimbun uang. Anak, amanah atas kedua orang tua Kita tak perlu heran terhadap mereka yang telah menyia-nyiakan perintah Allah azza wajalla di dalam hak anak dan keluarga mereka. Seandainya api dunia mengenai anaknya atau nyaris menyentuhnya, pasti ia akan berjuang sekuat tenaga untuk menghindarkan anaknya dari api tersebut, dan buru-buru pergi kedokter untuk segera mengobati luka-lukanya. Adapun api akhirat, maka ia tidak mau mencoba untuk membebaskan anak-anak dan keluarganya darinya. Wallahu al Musta’an.
Padahal Allah azza wajalla telah berfirman :
 artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada meraka dan selalu mengerajakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahrim:6)
Seorang ayah adalah penanggung jawab pertama, lantaran ia sebagai pemimpin dalam rumah tangganya, maka ia akan ditanya oleh Allah tentang rumah tangganya. Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda:
“Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya, dan ia akan ditanya atas kepemimpinannya, dan seorang istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan anaknya, maka ia akan ditanya tentang mereka.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

              Oleh sebab itu, kedua orang tua harus bangkit melaksanakan kewajibannya terhadap anak, berupa perhatian, pengawasan, dan pendidikan yang baik, agar kelak menjadi generasi yang dapat memberi manfaat bagi orang tua dan kaum Muslimin yang lain. Hal pertama yang perlu diajarkan kepada anak Orang tua, terutama ibu, memiliki peranan terbesar dalam pendidikan anak-anaknya. Akan tetapi seringkali mereka tidak mengetahui dari mana mereka harus mulai menanamkan akidah Islam pada buah hatinya, bagaimana mengajarkannya dan bagaimana menancapkannya pada hati mereka. Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam adalah teladan terbaik bagi kita dalam segala hal, termasuk dalam pergaulan beliau dengan anak-anak. Dalam masalah ini, kita bisa memetik lima pokok dalam pendidikan beliau terhadap akidah anak-anak:

1. Membiasakan anak mengucapkan dan mendengarkan kalimat tauhid dan memahamkan maknanya jika ia telah besar, wajib atas orang tua untuk menumbuhkan tauhid terhadap Allah azza wajalla pada anak-anaknya sedari dini. Oleh karena itu, ajarkan dan pahamkan anak bahwa Rabb mereka adalah Allah azza wajalla, Dialah yang menciptakan, yang memberi rejeki, yang menghidupkan dan makna-makna rububiyyah Allah azza wajalla lainnya. Setelah mengenal keagungan Allah azza wajalla dalam rububbiyah-Nya, iringilah dengan mengajarkan bahwa Allah-lah yang berhak untuk disembah, diibadahi, disyukuri, diharapkan dan hanya kepada-Nya pula ditujukan segala jenis ibadah. Tak kalah pentingnya memperingatkan mereka dari syirik dan menjelaskan bahayanya kepada mereka.
2. Menanamkan kecintaan anak terhadap Allah azza wajalla
Dalamnya kecintaan kepada Allah azza wajalla dan tertanamnya keimanan terhadap takdir-Nya membawa seorang anak untuk bisa menghadapi hidupnya dengan optimis dan tawakkal. Benih cinta kepada Allah yang tertanam akan menumbuhkan keberanian, karena dia akan menyadari bahwa tidak ada yang pantas ditakuti kecuali kemurkaan-Nya.Gambaran keberanian yang menakjubkan ini terlukis pada diri seorang anak kecil, hasil didikan generasi mulia, Abdullah bin Az-Zubair. Suatu saat Abdullah dan anak-anak sebayanya berkumpul dan bermain-main di suatu jalan. Ketika melihat Umar bin Khattab radhiyallahuanhu lewat jalan tersebut, semua anak berlarian kecuali Abdullah bin Az-Zubair. Menyaksikan peristiwa itu, Umar merasa takjub sehingga bertanya kepada anak kecil itu, apa sebabnya ia tidak lari seperti anak-anak lainnya. Abdullah kecil pun menjawab, “Aku tidak bersalah sehingga aku harus lari, dan aku tidak takut pada Anda, sehingga aku harus meluaskan jalan bagi Anda.”Inilah sosok mungil Abdullah bin Az-Zubair, tidak ada yang ditakutkannya kecuali kemurkaan Rabbnya karena melanggar larangan atau meninggalkan perintah-Nya.
3. Menanamkan kecintaan anak pada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam
Dari Umar bin Khattab radhiyallahuanhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda,
“Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dia cintai daripada ayahnya, anaknya dan seluruh manusia.” (H.R. Bukhari). Betapa pentingnya kecintaan terhadap Nabi shalallahu ‘alaihiwasallam sampai-sampai tidak akan sempurna iman seseorang tanpanya.
Membaca sirah (sejarah) Rasululullah shalallahu ‘alaihiwasallam dan mengenalkan mereka akan sifat-sifat beliau yang mulia merupakan upaya terbaik untuk menambahkan kecintaan mereka kepada beliau.
4. Mengajarkan pada anak Al Qur’an
Sepantasnya bagi orang tua untuk memulai pelajaran bagi putra-putrinya dengan Al Qur’an sejak dini. Yang demikian itu untuk menanamkan pada mereka bahwa Allah azza wajalla adalah Rabb mereka dan Al Qur’an adalah firman-Nya. Menancapkan ruh Al Qur’an pada hati-hati mereka dan cahaya Al Qur’an pada pikiran-pikiran mereka, sehingga mereka tumbuh di atas kecintaan kepada Al Qur’an. Hati mereka menjadi terikat padanya sehingga mereka siap untuk mengikuti perintahnya dan berhentidari larangan-larangan yang ada padanya, berakhlak dengan akhlak Al Qur’an dan berjalan di atas manhajnya.
Imam As-Suyuthi mengatakan bahwa mengajarkan Al Qur’an pada anak merupakan salah satu pokok Islam agar mereka tumbuh di atas fitrahnya, dan cahaya hikmah itu lebih dahulu menancap di hati mereka sebelum menetapnya hawa nafsu, kotoran-kotoran maksiat dan kesesatan. Para salafus shaleh biasa mengajari anak-anak mereka Al Qur’an sebelum mencapai usia 3 tahun, sehingga kita akan dapati pada usia yang masih belia, mereka telah menghapal Al Qur’an. Sebut saja Imam Syafi’i, beliau telah hapal Al Qur’an pada usia 10 tahun, demikian pula Imam Nawawi rahimahumallah.


5. Mendidik anak untuk berakhlak yang baik
Islam sebagai agama yang sempurna dan relevan di setiap tempat dan zaman sangat menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak. Nabi diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sebagaimana sabdanya,
“Aku diutus oleh Allah tidak lain untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh” (H.R. Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani). Akhlak merupakan tolak ukur iman seseorang. Sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda,
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling sempurna akhlaknya.” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al Albani).


Dalam riwayat lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam pernah ditanya tentang penyebab yang paling banyak orang masuk surga. Beliau menjawab,
“Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (H.R. Tirmidzi dan Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani)
“Tidak ada sesuatu yang paling berat dalam timbangan melebihi akhlak yang baik.” (H.R. Ahmad dan Abu dawud).
Hadits-hadits di atas menunjukkan betapa akhlak yang baik memiliki keutamaan dan ketinggian derajat. Sudah sepantasnya apabila kita berusaha untuk memilikinya. Tetapi perlu diingat bahwa ukuran baik buruknya akhlak seseorang tidaklah didasari oleh selera individu masing-masing, atau menurut adat istiadat yang berlaku di masyarakat. Semuanya harus berpedoman menurut norma Islam.


6. Memilih sekolah/lembaga pendidikan yang baik bagi anak
Adanya generasi yang buruk, bukan karena kesalahan mereka semata, namun ada faktor lain yang turut menentukan hal tersebut.
Selain keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak-anak, pendidikan formal pun memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Akan tetapi, pendidikan formal saat ini, pada umumnya tidak mampu mendidik anak didiknya dengan baik. Contoh, sekolah/lembaga pendidikan hanya sekedar mentransfer ilmu, sedangkan pembinaan kepribadian jarang dilakukan. Belum lagi kurikulum yang diterapkan sebagian besar adalah ilmu umum, sedangkan ilmu agama sangat sedikit sekali, menyebabkan anak didik berperilaku kurang baik.
Inilah setidak-tidaknya enam hal yang harus diperhatikan oleh orang tua, agar apa yang mereka harapkan dan dambakan bagi anak-anak mereka bisa tercapai. Tumbuh sebagai anak-anak dan generasi yang shaleh yang beriman dan bertakwa kepada Allah, dan berguna bagi orang tua dan masyarakat.



Selasa, 11 Maret 2014

CARA MENJADI PINTAR DAN CERDAS DENGAN CEPAT

Cara Menjadi Pintar dan Cerdas Dengan Cepat
Diposkan pada: January 20, 2014 Oleh: Chy Rohmanah Pada Kategori: Edukasi
Cara menjadi pintar dan menjadi orang cerdas dengan cepat dan mudah memang menjadi tujuan semua orang terutama saat berada di sekolah. Tidak hanya di sekolah kita juga di tuntut untuk pintar dalam berbagai bidang seperti berbisnis atau saat menjalani kehidupan sehari hari.  Menjadi pintar memang butuh perjuangan dan tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh sebuah proses dan tahapan yang alami dan usaha keras tentunya. Namun secara umum ada berbagai perjuangan untuk menjadi orang cerdas dengan cepat dan alami.
Cara menjadi orang pintar memang perlu proses pembelajaran yang tekun dan ulet, namun tentu perlu ditentukan anda ingin pintar dimana. Dibidang mana anda ingin pintar? apakah anda ingin cerdas di sekolah atau di pekerjaan ? namun semua tentunya kita ingin pintar di segala bidang. Cara menjadi pintar memang sebagian besar masih tergantung pada diri kita sendiri, bagaimana IQ yang kita miliki dan bagaimana cara belajar dan daya serap otak kita. Tidak berlebihan banyak orang yang ingin pintar dan cerdas, hal ini dikarenakan cerdas merupakan salah satu cara menjadi orang sukses yang mutlak harus di miliki.
Cara Menjadi Pintar Dengan Cepat
Cara menjadi pintar dengan cepat dengan beberapa teknik yang telah teruji memang banyak cari, tidak sedikit ahli yang mengeluarkan beberapa tips menjadi cerdas. Berikut adalah ulasan cara menjadi cerdas yang dapat membantu anda mendapatkan ilmu dan kepintaran yang alami.
·         Banyak Membaca
·         Memiliki Pergaulan Luas
·         Rajin Bertanya
·         Hargai pendapat orang lain
Cara Menjadi Pintar Dengan Melatih Otak
Salah satu cara menjadi pintar dan cerdas tentu adalah dengan melatih otak kanan  ataupun otak kiri agar bekerja dengan seimbang. Selain itu ada berbagai cara untuk melatih otak agar dapat menjadi pintar dan lebih cerdas dibandingkan dengan biasanya.
1.     Melatih fungsi otak dengan berbagai game yang dapat meningkatkan kinerja otak seperti tetris dan rubik.
2.     Melatih istilah perumpamaan untuk berbagai kondisi, ini sangat baik untuk melatih fungsi otak kanan agar dapat bekerja.
3.     Latih fungsi otak kiri agar optimal dengan memberikan jawaban logis terhadap suatu hal. Jadi tidak hanya menghafal saja, anda harus menemukan “Mengapa” jawaban tersebut dianggap benar.
4.     Jangan biasakan menghafal, tapi temukan jawabannya dengan memahami.
Selain itu ada berbagai cara lain untuk melatih otak agar kita dapat menjadi pintar seperti berbagai kebiasaan dan pola hidup yang sehat dan konsumsi makanan bergizi.
Cara Menjadi Pintar Dengan Makanan Bergizi
Cara menjadi pintar yang terakhir adalah dari asupan makanan yang bergizi dan memiliki vitamin yang tinggi. Berikut adalah beberapa makanan yang perlu anda pertimbangkan untuk meningkatkan kinerja otak.
1.     Ikan, konsumsi ikan yang kaya akan omega 3 dapat membantu kecerdasan otak. Orang yang rajin mengkonsumsi ikan akan memiliki otak yang lebih cerdas.
2.     Menghindari makanan yang mengandung zat aditif berbahaya, bahan kimia pada makanan dapat mengurangi dan merusak sel pada otak. Selain itu makanan berbahaya juga menyebabkan kerusakan fungsi ginjal.
Cara menjadi cerdas membutuhkan proses, jangan pernah mencoba segala sesuatu yang instan karena tentu tidak akan optimal dan membahayakan. Selain itu tentu rajin belajar dan berusaha serta menjadikan pengalaman adalah guru terbaik merupakan cara kita menuju jalan menjadi sempurna.

GURU PROFESIONAL

10 Ciri - Ciri Guru Profesional sebuah artikel yang Jembersantri tips trik seo dan tips trik blog akan berikan untuk sobat sekalian, khususnya buat sobat-sobat yang ingin mengetahui bagaimana ciri-ciri guru yang profesional itu?? oke maka dari itu silahkan sobat membaca ulasan 10 Ciri - Ciri Guru Profesional sampai selesai ya. apalagi buat sobat yang mempunyai cita-cita menjadi seorang guru, berita ini sangatlah penting untuk dibaca. agar sobat nantinya tidak asal-asalan menjadi seorang guru, sebab guru adalah seorang pahlawan anak bangsa. selain sobat harus mengetahui apa ciri-ciri guru profesional, sobat harus juga mengetahui apa hakikat manusia dan pendidikan itu? dan pengertian landasan pendidikan sertaLingkungan Pendidikan berdasarkan dari Landasan Pendidikan sangatlah penting juga untuk sobat kuasai dan pahami.



10 Ciri - Ciri Guru Profesional


Berikut 10 Ciri-ciri Guru Profesional :

1. Selalu Memiliki Energi untuk Siswanya
Guru yang baik harus memberikan perhatian pada siswa saat melakukan diskusi atau percakapan di dalam maupun di luar kelas. Guru yang baik pun harus memiliki kemampuan mendengar yang baik dan saksama.

2. Memiliki Tujuan Jelas untuk Pelajaran
Setiap pelajaran yang diajarkan haruslah memiliki tujuan dan manfaat tertentu. Seorang guru yang baik seharusnya menetapkan tujuan jelas pada setiap pelajaran yang diajarkan. Selain itu, sang guru harus bekerja guna memenuhi tujuan tertentu yang telah ditetapkan dalam setiap kelas.

3. Menerapkan Kedisiplinan
Sebagai figur yang akan dicontoh siswa, guru harus memiliki kedisiplinan. Kedisiplinan sangat penting dimiliki oleh seorang guru agar mampu menciptakan perubahan perilaku positif baginya dan bagi siswa di dalam kelas.

4. Memiliki Manajemen Kelas yang Baik
Seorang guru wajib memiliki manajemen atau cara mengatur kelas yang baik. Dalam hal ini, guru dituntut untuk menciptakan suasana kondusif dalam kelas. Guru harus memastikan siswanya memiliki perilaku baik saat belajar maupun berdiskusi dengan kelompok. Guru pun harus menanamkan rasa hormat pada seluruh komponen di dalam kelas.

5. Menjalin Komunikasi dengan Orangtua
Guru yang baik harus menjalin komunikasi yang baik pula dengan orangtua siswa. Sang guru harus mengabarkan hal-hal yang berkaitan dengan siswa selama di sekolah, termasuk dalam hal perilaku, prestasi, dan kedisiplinan. Guru yang baik harus mampu bekerja sama secara terbuka dengan orangtua demi kebaikan dan kemajuan siswa.

6. Menaruh Harapan Tinggi pada Siswa
Seorang guru harus mampu menciptakan harmonisasai dan semangat belajar yang baik guna meningkatkan potensi dan prestasi siswa. Guru harus mendukung potensi terbaik setiap siswa dan meyakinkan bahwa potensi tersebut mampu mendatangkan manfaat dan keuntungan. Dalam hal ini, guru bertindak sebagai motivator yang baik.

7. Mengetahui Kurikulum Sekolah
Untuk memberikan pengajaran yang baik dan tepat, seorang guru harus menguasai serta mengetahui kurikulum yang ditetapkan sekolah berikut standar-standar lain secara mendalam. Dengan demikian, guru akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan pengajaran yang memenuhi standar.

8. Menguasai Materi yang Diajarkan
Hal ini merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap guru ketika memulai pelajaran. Guru yang baik harus memiliki pengetahuan luar biasa mengenai materi yang dibawanya. Pengetahuan yang cukup akan memudahkan guru untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan siswa.

9. Selalu Memberikan yang Terbaik bagi Siswa
Seorang guru yang baik pasti memberikan gairah mengajar terbaik yang ia miliki. Guru yang baik akan merasa senang saat berada dalam kelas dan mengajarkan berbagai pengetahuan pada siswa. Sang guru pun akan memastikan bahwa pelajaran yang disampaikannya akan berdampak baik bagi perkembangan siswa hingga dewasa.

10. Memiliki Hubungan Berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik sejatinya menerapkan hubungan yang kuat serta menanamkan sikap saling menghormati dengan siswanya. Hal yang tidak kalah penting, guru harus menjalin sikap saling percaya dengan siswanya.


Sumber :
 http://jembersantri.blogspot.com/2013/08/10-ciri-ciri-guru-profesional.html#ixzz2vih6AgDS 
Follow us:
 jembersantri.blogspot.com on Facebook/12 Maret 2014

INI ADALAH FOTO TEMEN-TEMEN PPG KELAS A 2014